Permasalahan PT Tirta Fresindo Jaya Dengan Warga Desa Cimande Hilir Kian Bergulir





BOGOR, INFO RELITA-Permasalahan dugaan pencemaran yang dilakukan oleh PT. Tirta Fresindo Jaya dengan warga kp. Tenggek, desa  Cimande hilir, kec. Caringin, kab. Bogor terus bergulir. Kini kuasa hukum warga dari kantor hukum sembilan bintang & Partners  mendatangi dinas lingkungan hidup kab. Bogor untuk memenuhi undangan pertemuan terkait pengaduan yang telah dilayangkan kuasa hukum warga atas dugaan pencemaran lingkungan.

Undangan tersebut merupakan respons atas pengaduan yang telah dibuat ke kementerian lingkungan hidup  sebagaimana surat pengaduan No. 02/SP/PNG/II/2019 tertanggal 14 Februari 2019 Yang kemudian mendapat tanggapan dari Direktur pengaduan, Pengawasan dan sanksi administratif kementerian lingkungan hidup dan kehutanan yang menyatakan perihal pengaduan tersebut telah di serahkan kepada dinas lingkungan hidup kabupaten Bogor pada tanggal 25 Februari 2019 melalui surat nomor S.279/PPSA/GKM.0/2/2019 perihal permohonan penanganan pengaduan.

Sebelum undangan dari dinas lingkungan hidup kab. Bogar ada, kami memang sempat mengirimkan surat tindak lanjut atas pengaduan pada tanggal 7 Juli 2019 sebagaimana surat nomor 016/SBLF/Srt.Pmhn/VII/2019. Karena pada saat itu belum ada kejelasan mengenai pengaduan kami tersebut. Baru kemudian pada tanggal 1 Juli 2019 kami mendapat pemberitahuan undangan dari DLH kab. Bogor.

Maka atas dasar surat undangan yang telah kami terima, kami memutuskan untuk memenuhi undangan tersebut bersama perwakilan dari beberapa warga yang terkena dampak lingkungan yang memang telah lama menimpa klien kami.


dalam pertemuan yang difasilitasi oleh dinas lingkungan hidup kab. Bogor tersebut, dihadiri oleh beberapa pihak diantaranya perwakilan PT. Tirta Fresindo Jaya, perwakilan dari pihak desa Cimande hilir, dan ada juga dari pihak laboratoium independen PT. Sys Lab. Sementara dari pihak kecamatan Caringin, kepala desa Ciherang pondok, absen dari pertemuan ini.

Hasil dari pertemuan tersebut ada beberapa point' penting yang tertuang dalam notulensi rapat tertanggal 4 Juli 2019. Dari 8 point' yang tertuang dalam notulensi rapat tersebut salah satu diantaranya:
Akan dilakukan uji lab terhadap tingkat getaran, tingkat kebisingan dan kualitas udara ambient  terhadap PT. Tirta Fresindo Jaya yang disaksikan oleh kita dan pihak perusahaan .

Kemudian adapun hal- hal lain kita masih menunggu pengujian dilakukan dan akan dibahas setelah proses pengujian selesai dilakukan.

Tentunya dari pertemuan tersebut diharapkan ada langkah- langkah dan solusi konkrit terkait permasalahan ini guna mendatangkan keadilan bagi klien kami. Dan kami akan terus memperjuangkan atas hak-hak bagi klien kami untuk mendapatkan lingkungan hidup yang sehat dan bebas dari pencemaran lingkungan.

Rudi Mulyana, S.H. (Tim Kuasa Hukum Warga dari Sembilan Bintang & Partners Law Office). (Hadi/Yuni)