Dinas Pendidikan Mengucapkan Hut RI Ke- 76

Dinas Pendidikan Mengucapkan Hut RI Ke- 76
Gambar

Breaking News

Jeritan Pedagang Kaki Lima Nyi Raja Permas.






BOGOR, INFO REALITA - Lapak PKL di Jalan Nyi Raja Permas, sudah di tata rapih dan sudah tempati ratusann PKL eks Taman Topi dan Dewi sartika yang di relokasi ke Jalan Nyi Raja Permas.

Namun mereka mengeluh sepinya pengunjung ke tempat mereka menjajarkan barang daganganya. para PKL yang berbeda komoditi ini hampir rata-rata  mengluhkan hal yang sama setelah merekan menempati lapak di Jalan Nyi Raja Permas. Kelurahan Cibogor Kecamatan Bogor Tengah. Jumat (6/9/2019)

Hal ini dikeluhkan salah seorang pedang sepatu, ia mengatakan dengan dipindahkanya/direlokasi ke tempat ini, membuat saya kesulitan untuk mendapatkan hasil penjualan barang dagangan saya jangan kan untuk omset untuk penglaris aja saya setiap harinya sulit sekali di dapat. Tapi kami hanya Orang-orang yang kecil yang tidak bisa berbuat apa apa. Jadi ya sudah pasrah saja lah, tapi besar harapan kami agar pagar jalan ini d buka kembali tidak dijadikan jalan buntu.sehinga membuat pengunjung malas untuk datang ketempat kami ujar PKL yang tidak mau menyebutkan namanya.

Kepala Dinas Koprasi UMKM kota Bogor mengatakan Menurut Anas, relokasi PKL Dewi Sartika memang terbilang sulit. Wacana relokasi sudah dicanangkan sejak 2018 lalu. Namun demikian, niatan Pemerintah Kota Bogor untuk membersihkan Jalan Dewi Sartika terganjal penolakan para PKL.
“Awalnya memang kita akan pindahkan ke Blok B1 dan B2 di Pasar Kebon Kembang, tetapi warga menolak karena harus membayar sewa. Sekarang PKL di Dewi Sartika rencananya akan kami relokasi ke Jalan Nyi Raja Permas, ujarnya.
Dia mengatakan, pihaknya sudah lakukan pematangan persiapan relokasi. “Kami sudah sediakan lapaknya juga di Nyi Raja Permas. Surat pemberitahuan ke pedagang kita sampaikan, sehingga tidak ada lagi kekeliruan yang terjadi di lapangan,” kata Annas.
Menurut Annas, nantinya para pedagang akan menempati lapak seluas 2x1,5 meter.  Sistem pembagiannnya menggunakan undian. 
Pemerintah Kota Bogor juga akan menyatukan komoditas yang sama dalam satu lapak, sehingga PKL eks Dewi Sartika lebih tertata.
“Komoditas yang dijual PKL kan cenderung homogen, kami upayakan supaya nanti dalam satu lapak jualannya seragam. Nantinya, pedagang akan menempati lapak relokasi dua atau tiga tahun, selanjutnya kita upayakan agar bisa direlokasi ke Taman Topi secara permanen,” kata Anas.
Menurut Annas, Kota Bogor masih kesulitan menata pedagang kaki lima yang menguasai badan jalan dan trotoar. Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor mencatat setidaknya ada sekitar 4000 PKL yang tersebar di Kota Bogor.   
PKL terbanyak terpusat di sekitar Pasar Anyar, dan Pasar Bogor. “Terus terang kami enggak punya lokasi relokasi yang ideal, cari tempat relokasi di Kota Bogor tidaklah gampang. Namun kami tetap berupaya untuk menata secara perlahan,” ucap Anas.
Menurut Annas, saat ini beberapa titik PKL di Kota Bogor sudah dibenahi. Salah satunya PKL pasar basah sayuran dari Pasar Bogor ke Sukasari.
Annas mengaku, proses relokasi tidak berjalan mulus. Pedagang masih mengeluhkan sepinya pengunjung, hingga belum lengkapnya sarana dan prasarana pendukung di lokasi relokasi.
“Ini juga belum semua pedagang terelokasi. Masih kita bangun secara bertahap. Sesuai rencana, 2019 nanti PKL Pasar Bogor akan dipindah ke Sukasari.  Saat ini untuk sementara pedagangnya kita gratiskan,” ucap Anas. (Yuni)