Diduga Pengerjaan Saluran Irigasi P3A Desa Sukarya di Kerjakan Asal Jadi

BOGOR, INFO REALITA - P3A Cai merupakan perkumpulan yang bersifat sosial dengan maksud menuju ke arah hasil guna pengelolaan air dan jaringan irigasi di tingkat usaha tani untuk meningkatkan kesejahteraan para anggotanya. 

P3A dilengkapi dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang disahkan oleh Bupati/Walikota Madya, Kepala Daerah Tingkat II, setelah mendapat persetujuan dari Kepala Desa dan Camat setempat.

Susunan organisasi P3A Cai, terdiri dari Rapat Anggota, Pengurus dan Anggota. Segala pekerjaan yang dilakukan oleh P3A baik untuk keperluan pendayagunaan air, pemeliharaan dan perbaikan jaringan irigasi maupun untuk kegiatan lainnya dibiayai oleh P3A yang bersangkutan. Sumber biaya P3A terdiri dari iuran anggota, sumbangan atau bantuan dan usaha-usaha lain yang menurut hukum dalam hal ini Bupati Kepala daerah bertanggung jawab atas pelaksanaan pembinaan dan Pengembangan P3A Cai, Camat melaksanakan kordinasi dan pengawasan dan atas pelaksanaan pembinaan dan pengembangan P3A Mitra Cai. 

Kepala Desa melakukan pembinaan dan pengembangan P3A Cai sesuai tanggung jawab dan kewenangan dan pelaksanaan di bantu oleh instansi terkait. 

Dalam hal ini di dugaan tercium  dugaan aroma Korupsi, yang dilakukan oleh salah satu oknum Ketua P3A dalam melaksanakan pekerjaan saluran irigasi dengan pagu anggaran senilai 195 juta. Namun pekerjaan nya diduga asal jadi dengan mengurangi kualitas bahan material dan dapat menyebabkan kerugian pada keuangan Negara.

Terkait hal ini tim Info Realita, kembali mecari informasi Terkait peran fungsi serta kewenangan  Kepala Desa Sukakarya Kecamatan Megamendung , Hasan Sukandi saat dihubungi media melalui Via WhatsApp, pada (01/ 05/2021) mengatakan, " terkait hal ini saya Selaku Kades sangat berterimakasih dengan adanya pembangunan itu, cuma sangat menyayangkan dalam pekerjaannya yang mungkin kurang maksimal hingga menimbulkan adanya permasalah, yang terjadi di lapangan sehingga membuat ke pemberitaan ujar Kades. 

" Karena terus terang saya bahkan Tidak kenal dengan Tenaga Pendamping Masyarakat TPM, bahkan Kades pun tidak mengetahui anggaran yang turun berapa, bahkan ada kalimat kades, "Itu teh udah beres keuangannya apa belum, saya hanya mendengar kalo anggaran Itu Per termin lebih lanjut Kades mengatakan, " Karena saya juga baru menjabat pada bulan Februari 2020 .

Kemungkinan segala sesuatunya, PJS yang mengetahui, seperti rapat pembentukan anggota hingga penunjukan Struktural kepengurusan, pengajuan Proposal, bahkan hinga turun anggaran dan adanya pelaksanan pembangunan irigasi saya tidak tahu ujar Kades. 

" Coba Besok saya mau tanya ke orang UPT, biar jelas dan awalnya memang tidak ada koordinasi dengan RT, RW, Kadus, dipertengahan kegiatan LPM turun kelapangan mengasih arahan tentang titik pekerjaan dan tenaga kerja, untuk rapat 123 itu tidak ada. Kalau mau lebih jelas silahkan bisa tanya ke LPM kang Dedi"

Saat tim media menghubungi LPM yang bernama Dedi Mengatakan, "  terkait material di lapangan, saya rasa sudah sesuai Spek, mulai dari material seperti batu pasir dan semen itu sudah sesuai, sepertinya tidak ada yang dikurangi, kemudian terkait coran nya yang dikatakan mudah sekali hancur  ia"  katakan itu mungkin coran nya masih basah dan saat ini juga saya belum ketemu sama ketua pak Dadang nanti saya koordinasikan dulu sama Pak Dadang Pungkasnya. (Red)