Bayi Malang Radittiya Rapasya Butuh Uluran Tangan


BOGOR, INFO REALITA- Bayi berusia 4 bulan yang terlahir dengan kondisi fisik serba keterbatasan, merupakan buah hati dari pasangan suami istri Asep Rubianis dan Ati Susilawati, yang beralamat di Desa Sinarsari Rt.03/01 Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kondisinya sangat memprihatinkan, bayi mungil yang baru berusia empat (4) bulan tersebut setiap hari harus merasakan kesakitan akibat sakit yang dideritanya, Jum'at (04/06/21).

Radittiya Rapasya bayi yang terlahir cacat sejak lahir tersebut harus menjalani operasi, namun keterbatasan biaya dan BPJS yang tidak mampu mengcover semua biaya, membuat kedua orangtuanya hanya bisa berpasrah sambil menunggu uluran tangan dari para Dermawan.

Saat Tim Awak Media mendatangi kontrakannya, pada Kamis (03/06/21), Orang-tua bayi mengatakan, "Betul anak saya  mengalami kelainan sejak lahir dan saya pun terus melakukan upaya untuk kesembuhan anak saya, walupun saya hidup serba kesulitan untuk merawat bayi saya di rumah sakit, sedangkan saya hanya seorang buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu, dulu saya jualan makanan di sekolah SD, sejak Covid saya sudah tidak berjualan lagi".

"Paling kerja kuli apa aja kalo ada yang ngajak saya ikut, terkadang untuk makan sehari - hari saja repot, ditambah dengan kondisi putra saya yang saat ini menderita sakit, walaupun biaya menggunakan BPJS, namun banyak yang tidak tercover oleh BPJS. Sementara saat ini saya lagi bingung untuk biaya sehari - hari beli susu dan pampers, saya sedang bingung untuk biaya anak saya yang mau di Sctiscan dan akan di operasi, namun harus menjalani test Ganatik dengan Biaya 14 juta", keluhnya.

"Terkait bantuan dari pihak desa juga Alhamdulillah telah kami terima dengan di bantu IPSM  dari desa, Ibu Rodiah", pungkas nya.

Sementara saat dijumpai di kantor Desa Sirnasari, Rodiah selaku IPSM mengatakan, "Bayi Radit, mengalami kelainan genetik dan ada beberapa penyakit yang dideritanya sekarangpun di konsultasikannya juga ke spesialis bedah anak, saraf , kulit ,THT, karena tidak ada langit - langit dalam rongga mulutnya. Kalau dari kepala tidak ada cairan hanya tulang kepalanya agak sedikit menonjol".

Lebih lanjut Rodiah mengatakan, "Karena sekarang sudah di rumah, Pasien dan orang tuanya tinggal di rumah singgah, di pasar Minggu hanya mengandalkan dari sedekah rombongan yang handal untuk bolak - balik ke Cipto, karena Pasien belum menjadi warga Desa Sirnasari secara resmi karena secara administrasinya masih belum diurus dan hidup mengontrak, akan tetapi pihak desa terus membantu, untuk susu dan  pampersnya",  dan kami juga belum bisa mengcover semuanya paling kami hanya membantu semampu kami jelas Rodiah.(Tim)